TEORI PERUSAHAAN / THEORY OF THE FIRM : KAJIAN TENTANG TEORI BAGI HASIL PERUSAHAAN (PROFIT AND LOSS SHARING) DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH

Benny Agus Setiono

Abstract


Model ekonomi syariah dibangun atas dasar filosofi religiusitas, dan institusi keadilan, serta instrumen kemaslahatan (Q.S. at-Takaatsur:1–2, al-Munaafiquun: 9, an-Nuur:37, al-Hasyr:7, al-Baqarah: 188, 273 – 281, al-Maidah:38, 90-91, al-Muthaffifin:1-6). Filosofi religiusitas melahirkan basis ekonomi dengan atribut pelarangan riba/bunga. Institusi keadilan melahirkan basis teori profit and loss sharing (PLS) dengan atribut nisbah bagi hasil. Instrumen kemaslahatan melahirkan kebijakan pelembagaan zakat, pelarangan israf, dan pembiayaan (bisnis) halal, yang semuanya itu dituntun oleh nilai falah (bukan utilitarianisme dan rasionalisme). Ketiga dasar di atas, yakni filosofi relijiusitas, institusi keadilan, dan instrumen kemaslahatan merupakan aspek dasar yang membedakan dengan mainstream ekonomi konvensional. Tulisan ini khusus akan membahas faktor bagi hasil dengan dasar teori proit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Tulisan ini mencoba mengkaji tentang teori perusahaan/theory of the firm khususnya faktor bagi hasil dengan dasar teori profit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Ekonomi syariah memandang bahwa uang adalah uang. Dalam arti ia hanya memerankan fungsinya sebagai alat tukar. Karena itulah uang merupakan public good yang harus selalu dalam keadaan mengalir atau beredar/flow (Chapra, 2001). Sehingga praktek-praktek yang menghambat peredaran uang seperti money hoarding sangat ditentang. Bila dibandingkan dengan konsep ekonomi konvensional, maka ekonomi syariah menolak demand for holding money, sebagaimana dalam stock concept. Sedangkan dengan paradigma flow concept terdapat persamaan persepsi. Teori bagi hasil (profit and loss sharing) bila dianalisis menggunakan teori keuangan/moneter lebih mencerminkan kesesuaian dengan teori flow concept. Sedangkan munculnya bunga bank lebih didasari pemikiran teori stock concept. Penerapan instrumen bagi hasil lebih mencerminkan keadilan dibandingkan dengan instrument bunga. Bagi hasil melihat kemungkinan profit (untung) dan resiko sebagai fakta yang mungkin terjadi di kemudian hari. Sedangkan bunga hanya mengakui kepastian profit (untung) pada penggunaan uang. Bagi hasil merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan syariah, sedangkan bunga merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan konvensional.

Keywords


Theory of the firm, profit and loss sharing, perbankan syariah

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adiwarman Karim Azwar. (2001). Ekonomi Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Jakarta: Bina Insani. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Jakarta: International Institute of Islamic Thought. (2007), Ekonomi Mikro Islam I (Edisi ketiga), Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Ahmad, N and Haron S. (2002). “Perceptions of Malaysian Corporate Customers Towards Islamic Banking Products and Services.” International Journal of Islamic Financial Services 3(4).

Ahmad Dimyati. (2007). Teori Keuangan Islam: Rekonstruksi Metodologis terhadap Konsep Keuangan al-Ghazali. Yogyakarta: UII Press.

Al-Ghazali. (1963). Ihya al Ulum ad Din. Bairut: Daar al- Fiqr Alsadek H. Gait, Andrew C. Worthington. (2006). “An Empirical Survey of Individual Consumer, Busness Firm and Financial Institution Attitudes towards Islamic Methods”. School of Accounting & Finance University of Wollongong, Wollongong NSW 2522 Australia, JEL Classification: D12; G20; Z12.

Al-Sultan, W. (1999). “Financial Characteristics of Interest Free Banks and Conventional Bank Accounting and finance”. Wollongong, The University of Wollongong. Chapter8 in Ph.D. Dissertation. Chapra, M.U. (2001), “Why has Islam prohibited interest: rationale behind the prohibition of interest”. Review of Islamic Economics, Vol. 9, pp. 5 -20.

Erol, C., Kaynak, E. and E1-Bdour, R. (1990). “Conventional and Islamic Bank: Patronage Behaviour of Jordanian Customers”. International Journal of Bank Marketing, Vol. 8 No. 5, pp. 25-35.

Fuad Mohd. Fachruddin. (1991). Riba dalam Bank, Koperasi, Perseroan dan Asuransi. cet. 1, Bandung: Al-Maarif, 1991.

Gerrard, P and Cunningham J. (1997). “Islamic Banking: A Study in Singapore.” International Journal of Bank Marketing 15(6): 204-216.

Hegazy, I. (1995). “An Empirical Comparative Study between Islamic and Commercial Banks Selection Criteria in Egypt.” International Journal of Commerce and Management 5(3): 46-61.

Hendrie Anto. (2003). Pengantar Ekonomi Mikro Islami. Yogyakarta: Penerbit Ekonosia.

Humayon A. Dar and John R. Presley. (2001). “Lack of Profit Loss Sharing in Islamic Banking: Management and Control Imbalances”. Economic Research Paper No. 00/24, Centre for International, Financial and Economic Research,

Jalaluddin, A and Metwally M. (1999). “Profit/Loss Sharing: an Alternative Method of Financing Small Businesses in Australia.” The Middle East Business and Economic Review 11(1): 8-14.

Jalaluddin, A. (1999a). “Attitudes of Australian Financial Institutions towards Lending on the Profit/Loss Sharing Method of Finance”. Chapter in Attitudes of Australian Small Business Firms and Financial Institutions towards the Profit/Loss Sharing Method of Finance. Phd Dissertation, University of Wollongong.

Jalaludin Rahmat. (1986). Islam Aletrnatif. Bandung, Mizan.

Mehboob ul Hassan. (2007). “People’s Perceptions towards the Islamic Banking: A Fieldwork Study on Bank Account Holders’ Behaviour in Pakistan”. School of Economics, Nagoya City University Japan 467- 8501 Japan.

Michael G. Rukhstad. (1992). Macroeconomic Decission Making in the World Economy; Text and Cases. ed. 3 (The Dryden Press, 1992), hlm. 108.

Muchlis Yahya. (2011). “Perilaku Menabung di Perbankan Syariah di Jawa Tengah”. Disertasi, UNDIP Semarang Indonesia

Muhammad Akram Khan. (1981). Issues in Islamic Economics. ed. 1. Lahore: Islamic Publications Ltd.

Okumus, H. (2005). “Interest-Free Banking in Turkey: A Study of Customer Satisfactin and Bank Selection Criteria.” Journal of Economic Cooperation 26(4): 51-86.

Omer, H.S.H. (1992). “The implications of Islamic beliefs and practice on the Islamic financial institutions in the UK: case study of Albaraka International Bank UK”. unpublished PhD thesis, Economics Department. Loughborough University, Loughborough.

Sadono Sukirno. (2000). Makro Ekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada.

Safi’i Antonio, Muhammad. (2000). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Penerbit Gema Insani, Jakarta.

Safi’i Antonio, Muhammad. (2007). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Penerbit Gema Insani, Jakarta.

Tarek S. Zaher & M. Kabir Hassan. (2001). “A Comparative Literature Survey of Islamic Finance and Banking”. Financial Markets, Insti-tutions & Intruments, V. 10, No. 4 November 2001, University Salomon New York.

Van Deer Heidjen. (1996) dalam Achsien, Iggi H. (2000), Investasi Syariah di Pasar Modal : Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen Portofolio Syariah. Jakarta: Gramedia

Zainul Arifin. (2000). Memahami Bank Syariah : Lingkup, Peluang, Tantangan dan Prospek. Jakarta, AlvaBet.

Zeldes, S.P. (1989). Optimal consumption with stochastic income: Deviations from certainty equivalence. Quarterly Journal of Economics, 104, 275-298.

Ziauddin Ahmed, Munawar Iqbal and Fahim Khan (Eds). (1996). “Money and Banking In Islam”. International Center for Research in Islamic Economics, King Abdul Aziz University Jeddah and Institute of Policy Studies Islamabad, Pakistan.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/jurapk.v5i2.40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Benny Agus Setiono

 

Abstracted/indexing:

googlegaruda

crossref

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.