Pentingnya Perawatan Mooring Line di MV. Bali Kuta untuk Kelancaran Berthing

- Mudiyanto, Putra Anugerah Pamungkas

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya perawatan Mooring Line di MV. Bali kuta untuk kelancaran sandar. Adapun latar belakang adalah kurangnya perawatan Mooring Line dan Ship Harbour Kit sehingga berdampak pada kelancaran saat sandar. Kurangnya perawatan Mooring Line dapat menyebabkan keterlambatan sandar pada kapal dan kerusakan pada Mooring Line tersebut yang berakibat fatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menerapkan cara merawat Mooring Line yang baik dan benar di MV. Bali Kuta.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah pendekatan deskriptif. Apabila datanya telah terkumpul lalu diklasifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah  menghindari adanya malfungsi ataupun kesalahan pada tali dan ship harbour kit, maka diperlukan berbagai cara dan tindakan untuk perawatan pada peralatan ship harbour kit sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam pelaksanaan perawatan tali dibutuhkan pengetahuan tentang tali, dilandasi dari pendidikan dan pengalaman dalam penanganan tali tersebut, serta dilaksanakan dengan disiplin dalam pelaksanaannya. Kedisiplinan tersebut merupakan faktor penentu dalam keberhasilan suatu pekerjaan perawatan.

Kata Kunci


Perawatan Mooring Line, Ship Harbour Kit

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Diklat Perhubungan Jakarta. (1974). International Convention for Safety of Life at Sea (SOLAS), Chapter III – Life Saving Appliances and Arrangement.

Kommarudin. (2002). Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.

Laython. (2015). Pengertian Mooring Line dalam Education Policy Analysis Archives

Lexy J. Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Purwanto. (2002). Fungsi Mooring Line. Jakarta:Yayasan Bina Citra Samudera.

OCIMF.(2016). Oil Companies International Marine Forum. Mooring Equipment Guidelines 3rd Edition.

Suma’mur. (2002). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Keselamatan. Jakarta: CV. Haji Masagung.

IMO. (2010). ISM code and Guidelines on Implementation of The ISM code Maintenance of The Ship and Equipment. Diakses dari http://www.imo.org/safetymanagement Tanggal 08 Juni 2009.

SOLAS. (1974). Appliances and Arrangement. Diakses dari http://imo.org/SOLAS.html Life Saving Appliances and Arrangement.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/jurapk.v9i2.69

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.