Case Study of the Sinking of the KLM Fajar Lorena Safari in Situbondo Waters, Reviewed Based on Statistical Data from the Perak-Surabaya Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG)

Authors

  • Alexa Napitupulu Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30649/japk.v16i2.203

Keywords:

KLM Fajar Lorena Safari, Situbondo waters, wave period, ocean wave physics, traditional ship stability, BMKG data

Abstract

Shipping safety in Indonesia still faces various challenges, one of which is the influence of the dynamics of the marine environment, particularly sea waves. This study examines the sinking of the Motor Sailing Ship (KLM) Fajar Lorena Safari that occurred in Situbondo Waters on December 8, 2024, at 1:00 PM WIB by reviewing sea wave conditions based on statistical data from the BMKG Perak Maritime Meteorology Station in Surabaya. The analysis was conducted by linking the parameters of significant wave height, wind direction and speed, and surface currents to the ship's dynamic response from the perspective of wave physics and fluid mechanics. The results of the study indicate that although the significant wave height at the time of the incident was relatively low, changes in wind direction and wave-current interactions have the potential to trigger cross waves that increase rolling motion and reduce the stability of traditional wooden ships. This condition is exacerbated by the limited dynamic stability of the ship and the possibility of water ingress into the hull. These findings emphasize that ship accidents are not always triggered by high waves, but rather by a combination of oceanographic factors and ship characteristics. Therefore, utilizing BMKG early warnings and understanding wave dynamics are important in efforts to mitigate shipping risks.

References

Anggara, P. D., Adrianto, D., Pranowo, W. S., & Alam, T. M. (2017). Analisis Karakteristik Gelombang Laut Guna Mendukung Data Informasi Operasi Keamanan Laut di Wilayah Laut Natuna dan Laut Natuna Utara: Analysis of Ocean Wave Characteristics to Support Marine Security Operation Information Data in the Natuna Sea and North Natuna Seas. Jurnal Chart Datum, 3(2), 107-131.

Chaeran, M. (2018). TSUNAMI DAN KECELAKAAN KAPAL. Jurnal Sains Dan Teknologi Maritim, 18(1), 99-110.

Dauhan, S. K., Tawas, H., Tangkudung, H., & Mamoto, J. D. (2013). Analisis karakteristik gelombang pecah terhadap perubahan garis pantai di Atep Oki. Jurnal Sipil Statik, 1(12), 784-796.

D., Efendy, M., & Siswanto, A. D. (2009). Perbandingan fluktuasi muka air laut rerata (mlr) di perairan pantai utara Jawa Timur dengan perairan Pantai Selatan Jawa Timur. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 2(1), 31-39.

Djojo, S., John, H., Indra, J., & Soen’an, H. P. (2010). Keselamatan kapal penangkap ikan, tinjauan dari aspek regulasi nasional dan international. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 1(1), 1-13.

Hasrifin, H., Iskandar, A., Nanda, KG, & Kamur, S. (2024). Analisis Tinggi Gelombang Laut di Perairan Buton Selatan. Jurnal Pendidikan, 5 (4), 818-825.

Kadhafi, M., Ramadhan, M. E., & Arbiantara, H. (2019). Mitigasi Kecelakaan Kapal di Pelawangan Pantai Pancer Kecamatan Pfluger Kabupaten Jember. Warta Pengabdian, 13(1), 28-35.

Nugroho, K., & Joesidawati, M. I. (2021). Analisis Kecepatan Angin Pada Karakteristik Gelombang Laut di Perairan Tuban. Prosiding SNasPPM, 6(1), 432-436.

Maulidia, D., Ardani, M. F., Sulistiawati, S., Narantaka, N., & Maruf, M. (2024). Analisis Keselamatan Dan Evaluasi Risiko Kecelakaan: Studi Kasus Kerusakan Dermaga Akibat Keputusan Olah Gerak Di Pelabuhan XYZ. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim, 25(1), 14-28.

Purwangka, F., Wisudo, S. H., Iskandar, B. H., & Haluan, J. (2013). Kebijakan Internasionalmengenai Keselamatan Nelayan. Buletin PSP, 21(1), 51-65.

Rahman, A. (2022). Optimalisasi peningkatan keselamatan angkutan penyeberangan lintas Pamatata–Bira Sulawesi Selatan. ILTEK: Jurnal Teknologi, 17(1), 52-58.

Retika, F., Sugianto, D. N., & Widiaratih, R. (2024). Analisis Terjadinya Gelombang Tinggi Akibat Pola Pergerakan Angin Terkait Keselamatan Pelayaran di Perairan Utara Jawa Tengah. Indonesian Journal of Oceanography, 6(4), 334-343.

Risandi, J., Sagala, S. L., & Pranowo, W. S. (2015). Aplikasi model numerik karakteristik gelombang untuk kajian kesesuaian lahan pengembangan budidaya laut di Situbondo, Jawa Timur. Jurnal Kelautan Nasional, 10(1), 21-31.

Sugianto, D. N. (2009). Kajian kondisi hidrodinamika (pasang surut, arus, dan gelombang) di perairan Grati Pasuruan, Jawa Timur. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 14(2), 66-75.

Taryono, T., Sofian, I., Kuswardani, A. R. T. D., & Alam, T. M. (2016). Analisis Panjang dan Tinggi Gelombang untuk Operasi KRI TNI-AL di Perairan Indonesia: Analysis of Wave Length and Height for KRI TNI-AL Operations in Indonesian Waters. Jurnal Chart Datum, 2(1), 72-87.

Wahyuni, A. A. I. S., & Rahmawati, M. (2018). Implementasi Ism Code pada Kapal Kapdi Pelabuhan Tanjung Perak. Jurnal Teknologi Maritim, 1(1), 11-24.

Yahya, S. (2022). IDENTIFIKASI RISIKO KRITIS KECELAKAAN KAPAL TENGGELAM (Studi kasus: kecelakaan di perairan laut Indonesia dan kapal berbendera Indonesia). In Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M) (Vol. 7, pp. 34-39).

Downloads

Published

04-03-2026

How to Cite

Napitupulu, A. (2026). Case Study of the Sinking of the KLM Fajar Lorena Safari in Situbondo Waters, Reviewed Based on Statistical Data from the Perak-Surabaya Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN, 16(2), 251–262. https://doi.org/10.30649/japk.v16i2.203